Berbagi Ilmu Bersama Pasti Bisa

Bersama Wujudkan Pendidikan Yang Maju, Mandiri dan Sejahtera

Bersama Wujudkan Pendidikan Yang Maju, Mandiri dan Sejahtera

Bergerak Untuk Pendidikan Hebat dan Indonesia Maju

Waktu yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda untuk merubah keadaan dan masih banyak yang memilih ZONA AMAN, butuh PENGGERAK untuk memotivasi, semua pasti punya KEISTIMEWAAN masing-masing.

Adiwiyata Pasti Bisa

Strategi Jitu Wujudkan Sekolah Adiwiyata

Adiwiyata Menggapai Cita

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Melalui Program Adiwiyata

Adiwiyata Dari Hati

4C dan 3R Wujudkan Adiwiyata Mandiri

Adiwiyata Mengukir Prestasi

Implementasi Karakter Adiwiyata Wujudkan Keterampilan Abad 21

Sabtu, 10 Oktober 2020

Dasar Adiwiyata

       Adiwiyata berasal dari 2 kata sansekerta yaitu adi dan wiyata. Adi sendiri mempunyai arti yaitu besar, agung, baik, ideal atau sempurna. Sedangkan wiyata mempunyai arti tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika. Adiwiyata artinya tempat yang besar, agung, baik dan indah yang dimana tempat itu digunakan oleh seseorang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, norma, dan etika. Adiwiyata mempunyai pengertian atau makna sebagai tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

        Sekolah adiwiyata adalah sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Dengan adanya program adiwiyata diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh kita.

 

A.       Dasar Adiwiyata

1.      Agama

a.    Pandangan Islam Tentang Lingkungan

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia.

Selain untuk beribadah kepada Allah, manusia juga diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai khalifah, manusia memiliki tugas untuk memanfaatkan, mengelola dan memelihara alam semesta. Allah telah menciptakan alam semesta untuk kepentingan dan kesejahteraan semua makhluk-Nya, khususnya manusia.

Keserakahan dan perlakuan buruk sebagian manusia terhadap alam dapat menyengsarakan manusia itu sendiri. Tanah longsor, banjir, kekeringan, tata ruang daerah yang tidak karuan dan udara serta air yang tercemar adalah buah kelakuan manusia yang justru merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya. Islam mengajarkan agar umat manusia senantiasa menjaga lingkungan. Hal ini seringkali tercermin dalam beberapa pelaksanaan ibadah, seperti ketika menunaikan ibadah haji. Dalam haji, umat Islam dilarang menebang pohon-pohon dan membunuh binatang. Apabila larangan itu dilanggar maka ia berdosa dan diharuskan membayar denda (dam). Lebih dari itu Allah SWT melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi

Tentang memelihara dan melestarikan lingkungan hidup, banyak upaya yang bisa dilakukan, misalnya rehabilitasi SDA berupa hutan, tanah dan air yang rusak perlu ditingkatkan lagi. Dalam lingkungan ini program penyelamatan hutan, tanah dan air perlu dilanjutkan dan disempurnakan. Pendayagunaan daerah pantai, wilayah laut dan kawasan udara perlu dilanjutkan dan makin ditingkatkan tanpa merusak mutu dan kelestarian lingkungan hidup.

Keterangan diatas sesuai dengan ayat Allah SWT dalam surat Surat Ar Rum (30) ayat 41-42 tentang Larangan Membuat Kerusakan di Muka Bumi, yang artinya: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah : Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)."

b.        Pandangan Kristen dan Khatolik Tentang Lingkungan

Alkitab merupakan sumber nilai dan menjadi moral kristiani yang menjadi pijakan dalam memandang dan mengapresiasi lingkungan dan alam. Alkitab berisi tentang ajakan untuk manusia memberikan penghargaan tertinggi terhadap ciptaan Allah yang lainnya, termasuk alam dan lingkungan hidup demi mencerminkan karakter Kristen sejati. Berikut adalah beberapa pandangan alkitab tentang lingkungan hidup.

       Semua ciptaan adalah suatu hal yang berharga dan mencerminkan keagungan Allah (Mazmur 104). Kebesaran Tuhan yang Mahaagung bagi karya ciptaan-Nya (dalam artian lingkungan hidup) tampak dalam Mazmur 104. Perikop ini menggambarkan ketakjuban pemazmur yang telah menyaksikan bagaimana Tuhan yang tidak hanya mencipta, tapi juga menumbuh kembangkannya dan terus memelihara ciptaan-Nya. Ayat 13, 16, 18, dan 17 misalnya, menggambarkan pohon-pohon diberi makan oleh Tuhan, semua ciptaan menantikan makanan dari Tuhan. Yang menarik adalah bukan hanya manusia yang menanti kasih dan berkat Allah, tapi seluruh ciptaan (unsur lingkungan hidup).

c.         Pandangan Budha Tentang Lingkungan

       Dalam Karaniyametta Sutta disebutkan, “…hendaklah ia berpikir semoga semua makhluk berbahagia. Makhluk hidup apapun juga, yang lemah dan yang kuat tanpa kecuali, yang panjang atau yang besar, yang sedang, pendek, kecil atau gemuk, yang tampak atau tak tampak, yang jauh ataupun yang dekat, yang terlahir atau yang akan lahir, semoga semua makhluk berbahagia“. Hal ini mengandung arti bahwa agama Budha menolak terjadinya pencemaran dan perusakan alam dan segenap potensinya. Beberapa contoh ajaran Buddha yang berkaitan dengan lingkungan yaitu: maka, dengan hati tanpa batas, seseorang seharusnya menghargai semua makhluk hidup, memancarkan kebaikan ke seluruh dunia, menyebarkannya hingga ke atas langit, dan ke bagian Bumi yang terdalam, ke luar dan tak terbatas (Sutra Kasih, "Kebaikan Hati"). Jika kita dapat melihat keajaiban dari sekuntum bunga dengan jelas, seluruh hidup kita akan berubah (Buddha Siddhartha, Kitab Tipitaka, 80 S.M)

2.        Kebijakan Pemerintah

       Pada tgl 1 Februari 2010, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta dengan Menteri Pendidikan Nasional ,Mohammad Nuh, membuat kesepakatan bersama yaitu No.03/MENLH/02/2010 dan No.01/II/KB/2010, tentang Pendidikan Lingkungan Hidup, dimana memuat kesepakatan bersama untuk menumbuhkan dan mengembangkan pengetahuan dan wawasan lingkungan hidup kepada peserta didik dan masyarakat, dengan meningkatkan mutu sumber daya manusia sebagai pelaksana pembangunan berkelanjutan dan pelestarian fungsi lingkungan hidup.

       Penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan pelaksanaan amanat UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, terutama pasal 65 ayat 2 bahwa salah satu hak masyarakat adalah mendapatkan pendidikan lingkungan hidup. Penandatanganan ini merupakan pembaharuan dari kesepakatan terdahulu tentang Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup yang ditandatangani pada tahun 2005. Penandatanganan ini merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan berbangsa yang ramah lingkungan.

           Tujuan utama dari kesepakatan ini adalah  agar Pendidikan Lingkungan Hidup dapat terintegrasi dalam kurikulum pendidikan nasional, sehingga dapat mewujudkan perubahan perilaku peserta didik menjadi ramah lingkungan

        Pada tanggal 27 September 2019 Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia mengeluarkan peraturan nomor P52/menlhk/setjen/kum.1/9/2019 mengenai gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah dan nomor P53/menlhk/setjen/kum.1/9/2019  penghargaan adiwiyata. Peraturan tersebut mengganti Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 05 Tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan program adiwiyata.

    Dalam peraturan dijelaskan tentang gerakan PBLHS yaitu gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah yang merupakan aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup. Dalam peraturan tersebut juga dijelaskan tentang penerapan perilaku ramah lingkungan hidup (PRLH) yang merupakan sikap dan tindakan warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup. Gerakan PBLHS bertujuan untuk:

1.     perilaku warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup

2.     peningk atan kualitas lingkungan hidup

3.     upaya dalam mendukung ketahanan bencana warga sekolah

 Sebagai salah satu upaya memberikan pendidikan lingkungan hidup bagi masyarakat, Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menetapkan gerakan PBLHS. Gerakan tersebut bertujuan untuk mewujudkan perilaku ramah lingkungan hidup dari warga sekolah.Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Menteri, Gubernur, dan Bupati/Wali kota sesuai kewenangannya memberikan dukungan pelaksanaan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah, antara lain diwujudkan melalui pemberian penghargaan bagi Sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan PBLHS, melalui Adiwiyata.

Pemberian Adiwiyata dilaksanakan melalui penilaian, guna mengetahui keberhasilan sekolah dalam melaksanakan gerakan PBLHS, dalam pemenuhan terhadap kriteria sekolah adiwiyata, yang merupakan penjabaran atau uraian kegiatan yang mengimplementasikan perilaku ramah lingkungan hidup dari warga sekolah.

Share:

Perangkat KBM

  Perangkat Pembelajaran IPA Tahun Pelajaran 2020/2021 :

1. SILABUS KELAS 8 LIHAT DISINI

2. SILABUS KELAS 9 LIHAT DISINI

3. RPP KELAS 8 LIHAT DISINI

4. RPP KELAS 9 LIHAT DISINI

Share:

Artikel Populer Ilmiah

 Arikel Populer Ilmiah yang telah penulis buat untuk mendukung program Adiwiyata di terbitkan di media masa:

1. 
2. 
3. 
4. 

Share:

Buku Ber-ISBN

 Untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui program adiwiyata penulis membuat 4buku antara lain :

1. ADIWIYATA PASTI BISA ( JULI 2019 )


Dalam rangka mengembangkan pengetahuan serta wawasan lingkungan hidup kepada peserta didik dan masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Lingkungan Hidup meluncurkan program sekolah berwawasan lingkungan yang lebih dikenal dengan sekolah adiwiyata. Sekolah yang melaksanakan program ini adalah sekolah yang  peduli terhadap pencegahan, pelestarian, pencemaran dan kerusakan lingkungan. Program ini merupakan upaya sekolah untuk peduli lingkungan yang sehat, bersih serta indah sehingga mendukung proses pembelajaran di sekolah.

Buku ini mengupas pengertian adiwiyata, strategi mewujudkan sekolah adiwiyata, penilaian dan penghargaan sekolah adiwiyata, dan pengalaman penulis di SMP Negeri 1 Ngadirojo dalam meraih sekolah adiwiyata nasional.

Buku ini sangat bermanfaat pagi guru, peserta didik, praktisi pendidikan dan masyarakat umum yang peduli terhadap lingkungan. Buku ini membahas tuntas strategi dalam mewujudkan sekolah adiwiyata yang di integrasikan dalam kegiatan pembelajaran sampai pada contoh RPP yang berwawasan lingkungan. Selain bermanfaat, diharapkan buku ini juga menjadi pengingat agar kita lebih peduli dalam melestarikan lingkungan hidup.

2. ADIWIYATA MENGGAPAI CITA ( JANUARI 2020 )

Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) adalah unsur utama yang kegiatannya diberikan angka kredit untuk pengembangan karier guru yang profesional. PKB mencakup tiga hal yaitu pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Melalui kegiatan PKB akan terwujud guru yang profesional dan memiliki kepribadian yang matang, kuat dan seimbang serta diharapkan guru terampil membangkitkan minat peserta didik untuk  memiliki keterampilan abad 21 atau di istilahkan dengan 4C yaitu communication (komunikasi), collaboration, (kolaborasi), critical thinking and problem solving (berpikir kritis dan pemecahan masalah), dan creativity and innovation (kreativitas dan inovasi).

Buku ini memuat kisah penulis dalam melakukan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) melalui program adiwiyata. Penulis memaparkan pengalaman melaksanakan dan mengembangkan program adiwiyata yang awalnya banyak mengalami tantangan dan hambatan, tetapi akhirnya program adiwiyata ini membuat penulis dapat mengembangkan karier yang dapat dipakai dalam kenaikan pangkat dan jabatan serta bisa mengapai cita yang semula hanya dalam mimpi saja.

Buku ini sangat tepat dan bermanfaat bagi para pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, dan masyarakat umum yang bisa dijadikan motivasi di semua kalangan untuk bekerja keras, berkomitmen, dan berprestasi lewat program adiwiyata.

3. ADIWIYATA DARI HATI ( MEI 2020 )

Adiwiyata adalah penghargaan yang diberikan oleh pemerintah, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten atau kota kepada sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah.

Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di sekolah adalah aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan sikap perilaku ramah lingkungan. Yaitu sikap dan tindakan warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup.

Pelaksanaan program adiwiyata ini akan terwujud apabila didasarkan dari kesadaraan hati warga sekolah, bahwa adiwiyata adalah salah satu perintah dari Tuhan Yang Maha Esa yaitu bahwa kita diwajibkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah perbuatan yang merusak lingkungan di muka bumi ini.

Buku ini memuat kisah sahabat adiwiyata SMP Negeri 1 Ngadirojo Wonogiri dalam melaksanakan program adiwiyata. Bahwasanya kemampuan warga sekolah untuk memiliki keterampilan abad 21 atau di istilahkan dengan 4C yaitu communicationcollaborationcritical thinking and problem solvingcreativity and innovation dan melaksanakan penerapan 3R (reuse, reduce,  recycle) di lingkungan sekolah.

Buku ini sangat tepat dan bermanfaat bagi para pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, dan masyarakat umum yang bisa dijadikan semangat di semua kalangan untuk bekerja keras, berkomitmen, dan berprestasi dalam melaksanakan program adiwiyata dari hati

4. ADIWIYATA MENGUKIR PRESTASI (AGUSTUS 2020)


Pendidikan Karakter adalah belajar mengenai kebiasaan dalam berfikir dan berperilaku untuk membentuk setiap individu untuk saling berkerjasama dalam kehidupan bermasyarakat yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling) dan tindakan (action) Pendidikan Karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan akan menjadikan seorang warga sekolah menjadi seseorang yang cerdas emosinya.

Gerakan PBLHS lebih dikenal dengan gerakan adiwiyata merupakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah yang merupakan aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.

Impementasi karaktar adiwiyata ini yang diterapkan akan dapat meningkatkan prestasi seluruh warga sekolah dan membentuk warga sekolah memiliki keterampilan abad 21, yang di kenal denga istlah 4C yaitu communication (komunikasi), collaboration (kolaborasi), critical thinking and problem solving (berpikir kritis dan pemecahan masalah), creativity and innovation (kreativitas dan inovasi).

Buku ini membahas tentang pengalaman penulis dan peserta didik dalam melaksanakan implementasi karakter adiwiyata yang dapat meningkatkan prestasi akademik peserta didik dan meningkatkan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).

Buku ini sangat tepat dan bermanfaat bagi para pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, dan masyarakat umum untuk dijadikan motivasi di semua kalangan untuk menanamkan karakter adiwiyata peduli lingkungan, peduli sosial, disiplin, kreatifitas, dan tanggung jawab.

Share:

Jurnal Ilmiah

  Dalam PKB ini penulis telah mempublikasikan PTK ke dalam jurnal Ilmiah antara lain :

1. Jurnal Tingkat Nasional LP3TK RELATIVITAS Tahun 2017

2. Jurnal Tingkat Kabupaten Provision PGRI Tauhun 2018

3. Jurnal Tingkat Kabupaten Jarlitbang BAPPEDA Taun 2019


4. Jurnal Tigkat Kabupaten INISIASI BAPPEDA Tahun 2020

Share:

Definition List

Unordered List

Support